Review: Apartemen Berhantu

Berhubung hari ini hari Kamis, saya mau nge-review buku horor, ah! Pastinya sudah banyak yang tahu tentang Seri Takut yang diterbitkan oleh Bukune. Nah, yang mau saya review sekarang adalah Apartemen Berhantu karya Rettania.

apartemen

Judul: Apartemen Berhantu
Penerbit: Bukune (2014)
Tebal: 124 hal
Genre: horror remaja
ISBN: 602-220-134-9
Harga: Rp 35.000

Luna tidak suka dengan apartemen tempat tinggal barunya; jauh dari sekolah, sempit, sepi, dan… digosipkan berhantu. Awalnya, Luna tidak percaya, sampai sekelebat penampakan putih yang seram itu terus-menerus muncul di kamarnya–seperti hendak menyampaikan sesuatu.

Rahasia apa yang tersembunyi di sana? Dan kenapa sang ibu seperti ikut menutup-nutupi? Luna harus menemukan jawabannya, sebelum semua terlambat…

Opening: Why I Picked Up This Book

Jujur saja, dulu saya menghindari buku atau film horor, karena bagi saya yang dari kecil sudah sering ‘lihat’, saya nggak butuh tambahan pengalaman seperti itu lagi dari dalam buku atau film. Hanya beberapa pengarang saja yang saya ikuti karena senang dengan ide-ide mereka yang kreatif. Salah satunya R.L. Stine, yang seri Goosebumps dan Fear Street-nya menjadi kesukaan saya waktu SMP dan SMA.

Terus, saya dengar-dengar kalau Seri Takut juga punya konsep yang mirip dengan Goosebumps–jadi saya tertarik (banget!) untuk membaca. Tambah lagi, salah satu pengarangnya memang teman menulis di dunia maya. Jadi, deh, saya baca Apartemen Berhantu, dan… nggak nyesel! Saya benar-benar larut dalam cerita. <3

Apartemen Berhantu mengisahkan tentang Luna, anak SMA yang baru pindah ke apartemen baru bersama ibunya. Apartemen tersebut terkenal angker, bahkan pernah ada kasus pembunuhan yang terjadi di sana. Luna dan teman-temannya pun mengalami banyak kejadian aneh, seperti tombol lift yang menyala sendiri walau tidak dipencet, sampai ke penampakan-penampakan yang membuat bulu kuduk berdiri. Tambah lagi, mendadak ibunya berubah jadi pendiam dan aneh. Jadi, sebenarnya apa yang sudah terjadi pada sang ibu? Apakah itu ada hubungannya dengan hantu-hantu yang bergentayangan di apartemen tersebut?

Bikin penasaran, kan? kalau saya, sih, penasaran banget. Makanya saat buku ini sampai ke tangan saya, langsung saya baca in one sitting! ;D

Cover

Oke, sekarang tentang kaver. Kavernya berdasar hijau dan modelnya pakai ilustrasi tangan. Menurut saya konsep ini eye-catching, walau mengurangi nilai seramnya. Tapi, mengingat segmen bukunya adalah remaja, kaver model begini justru menurut saya pas banget, ketimbang yang dari luar sudah bergambar hantu dengan bercak-bercak darah misalnya. Itu, kan, seram banget… bisa-bisa remaja banyak yang takut buat beli. Jangankan remaja, orang dewasa saja banyak yang takut, hehehe. Jadi in my opinion, ini sudah pas dan sesuai dengan segmen pasar. Ya, mungkin lain kali warnanya bisa lebih nggak monoton, kali, ya…?

Oh ya, gambarnya juga agak nggak sesuai dengan isi ceritanya, yang mana apartemen tersebut digambarkan bersih. Sedang di gambar terlihat sangat kotor. Tapi selain itu, semua sudah mantap. Artistic banget, deh. Mengingatkan saya untuk lebih rajin berlatih menggambar, hahaha.

Paper Choice

Untuk pemilihan kertas, menurut saya keren banget. Kesannya vintage gitu. Tapi butuh waktu untuk menyesuaikan, karena mata saya tergolong sensitif. Setelah baca satu bab, baru deh mata saya bisa menikmati membaca. Not a major problem, sih, dan penilaian saya tetap–kertas yang digunakan itu keren. Menambah kesan horornya.

Style, Flow, and Characters

Ceritanya memang sederhana, tetapi dikemas dengan gaya bahasa yang remaja banget, dan flow-nya enak. Jadi saat baca, nggak ada perasaan janggal. Deskripsinya juga nggak bertele-tele, tapi tepat ke sasaran. Bikin imajinasi semakin lancar. Terus, salah satu yang saya suka lagi adalah tokoh-tokohnya yang khas remaja Indonesia, dengan kebiasaan dan gaya hidup yang bisa kita relate dengan kehidupan sehari-hari kita. Ini membuat novel Apartemen Berhantu jadi mudah dicerna dan terasa nyata. Seremnya juga jadi lebih nyata, hehehe….

Plot

Seperti yang saya bilang sebelumnya, buku ini mengangkat konflik yang sederhana. Twist-nya nggak yang spektakuler dan bikin jantungan, tapi kelebihan buku ini justru ada pada kesederhanaannya. Pengarangnya mengajak kita untuk menilai segala sesuatunya dari isi kepala Luna, yang secara perlahan mengungkapkan misteri-misteri yang ditemuinya sejak pindah ke apartemen baru. Isi hati Luna, ketakutan, kebingungan, kesedihan, rasa shock Luna, semuanya digambarkan dengan sangat apik. Bahkan, setelah dibuat takut oleh kejadian-kejadian seram yang dialami Luna, saya hampir menangis karena tersentuh oleh adegan selanjutnya. Dan ending-nya sendiri menurut saya nonjok banget. Bikin nggak gampang lupa.

Cons

Review saya sejauh ini isinya kebanyakan pros semua. Nah, terus bagaimana dengan cons-nya? Iya, ada beberapa kekurangan yang sempat saya tangkap, meski bukan sesuatu yang besar. Novel ini kurang menggali beberapa side characters, salah satunya Faisal, dan side plots seperti misteri lift dan misteri perabotan yang bergeser-geser.

Saat pertama membaca tentang Faisal, jujur saja saya agak berharap kalau dia bakal muncul lagi. Tapi ternyata tidak. Tapi, to be fair, fokus utamanya memang tidak ada kaitannya dengan Faisal. Begitu juga soal misteri lift dan perabotan yang bergeser. Mungkin itu memang sengaja dibiarkan, karena memang apartemen tersebut terlalu banyak hantu (nggak cuma yang bersemayam di unit Luna saja). Ya, lagian, memang kenyataannya banyak banget misteri yang nggak bisa terjawab di dunia kita. Iya, nggak? 😉

Overall

Secara keseluruhan, Apartemen Berhantu ini recommended. Cocok bagi yang suka cerita horor yang nggak over the top, dan bagi yang mencari bacaan ringan yang bisa selesai dalam sekali duduk. Cobain baca, deh! 😀

aptb

Mejeng bersama buku bercap bibir Rettania. ;DD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *