Soft Dolly Look Insipiration

Suka dengar keluhan yang isinya: “Pingin coba dolly look, tapi malu kalau terlalu “dolly”. Ya, memang kalau penampilan terlalu “bak boneka”, banyak yang merasa tidak begitu cocok untuk acara bersantai. Meski, kembali lagi ke masing-masing ya, karena sah-sah saja jika ada yang nyaman berpenampilan dolly-look sehari-hari.

Tapiiii, hari ini saya ingin berbagi tampilan  “dolly” yang soft dan cocok untuk mereka yang tidak mau terlihat terlalu boneka.

Face:

Make Up Forever Step 1 Skin Equalizer (Green)

Banila Co. Prime Primer Blur

Becca Cosmetics Ultimate Coverage ComplexionCreme

Catrice Cosmetics Allround Concealer

Make Up Store Aqua Cooling Powder

The Balm Mary-Lou Manizer

 

Eyebrows:

Maybelline Fashion Brow Cream Pencil

Face Recipe Bold Brow Eyebrow Powder

 

Eyes:

Nyx Cosmetics Eye Shadow Base

The Balm Balm Voyage!

Revlon Naturally Glamorous Blush On (Tawny Peach)

Canmake Jewelstar Eyes (Pink & White)

Nyx Cosmetics Retractable Eyeliner (Silver)

Missha The Style 4D Mascara

Sephora Collection Contour Eye Pencil 12H Wear

The Balm Mary-Lou Manizer

 

Lashes:

Artisan

 

Cheeks:

Revlon Naturally Glamorous Blush On (Tawny Peach)

Canmake Jewelstar Eyes (Pink)

 

Lips:

The Body Shop Colour Crush Lipstick (Sunset Romance)

Canmake Jewelstar Eyes (White)

.

.

Salam dolly~ <33

Tony Moly Star Secret Body Balm Review

Jadi, sempat ada diskon besar di konter Tony Moly. Aku agak kalap gitu, beli ini-itu. Nah, salah satunya, Star Secret Body Balm ini. Bisa dibilang, waktu beli tuh aku ngarep ini bisa jadi jawaban untuk efek dewy yang, to be honest, lucu kalau cuma di wajah. Jadi pinginnya konsisten gitu di seluruh badan. Nah, does it work? Langsung aja ke reviewnya.

Body balm ini dikemas dalam karton berwarna pink metalik. Cakep banget, dengan tulisan dan aksen bintang-bintang silver.

Klaimnya, body balm ini bisa memberikan efek multi dimensi dengan kilau bak mutiara ketika terkena cahaya, sekaligus melembabkan.

Di dalamnya, ada kotak kaleng berwarna senada. Jujur, kemasannya bikin seneng deh. Baguuuus. Oya, body balm ini expired dalam 12 bulan setelah dibuka, ya.

Ketika dibuka, baunya seperti permen, tapi nggak menyengat. Soft gitu. Krimnya sendiri berwana pink dan padat, dan ada puff yang disediakan untuk pengaplikasian. Puffnya empuk banget. Jadi, cara pakainya itu kita oles puffnya ke krim, lalu bisa dioles ke kulit atau ditepuk-tepuk. Aku lebih suka dioles karena hasilnya lebih kelihatan.

Sangat subtle, Kalau di kamera, mungkin ga terlalu jrlas. Tapi dengan mata telanjang, kelihatan sparkles-nya. Seakan kulitnya dewy gitu, tapi nggak berlebihan. Cuma, menurutku ini ga cukup melembapkan (karena hanya sedikit produk yang diambil dengan puff). Ini lebih oke digunakan di atas body lotion.

Satu hal yang disayangkan, ternyata produk ini isinya sedikit. Tuh lihat, hanya separuh dari kedalaman total kalengnya yang terisi oleh krim. Hanya saja, karena pakainya juga dikit-dikit, yah, bisa dibilang cukup awet juga isinya. ^^

Nah, sekian reviewnya. Apa kamu pernah coba pakai Tony Moly Star Secret Body Balm?

Nuxe Multi Purpose Dry Oil Review

Nuxe, brand asal Prancis, terkenal akan iconic dry oilnya, Nuxe Huile Prodigieuse Multi Purpose Dry Oil. Dry oil ini bisa dipakai untuk wajah, badan, dan rambut.

Nuxe mengklaim bahwa bahan-bahan yang digunakan adalah 97,8% terbuat dari bahan natural. Diperkaya dengan 6 minyak tumbuhan dan vitamin E, dry oil ini menjanjikan kulit yang selembut satin.

Saat dibuka, yang sangat kentara adalah harumnya yang semerbak. I’m not kidding, harumnya bener-bener juara. Dan saat dioles, dry oil ini seperti namanya, dry. Nggak bikin lengket dan meresap di kulit. Asal makenya ga kebanyakan yah hehehe (apa pun yang over itu nggak baik, gals. /oi).

Karena aku pakainya sedikit-sedikit, untuk beberapa bagian tubuh, dry oil ini awet sampai setahun. Masa expirednya itu 1 tahun setelah dibuka, jadi make sure kalian pakai dalam setahun, yaaa. ^^

The Face Shop Peeling Pack Review

Yay, kali ini aku mau mereview produk scrub favoritku! The Face Shop (Wash-Off Mask) Peeling Pack. Nah, namanya ini sebenarnya agak-agak membingungkan, ya? Sebenarnya dia masker, atau peeling, sih? Yap, dia dua-duanya! Sekali mendayung, dua pulau terlampaui, how awesome is that? 😉

The Face Shop Peeling Pack ini kemasannya berupa tube yang lumayan tinggi, yang disegel dengan plastik transparan. Diberi warna dominan kuning, untuk menggambarkan isinya yang memang mengandung ekstrak citrus. Klaimnya, Peeling Pack ini bisa mencerahkan wajah, lho.

Tube yang baru, ada segelnya di dalam. Kalau sudah tidak ada segel, jangan mau terima, ya, girls.

Ada butiran kecil-kecil warna kuning. Nah, butiran scrub ini rasanya nggak terlalu kasar, tapi juga gak halus-halus banget. Intinya, berasa aja gitu. Pemakaiannya pertama cuci muka dulu. Lalu keringkan, dan di wajah yang lembap kita oleskan The Face Shop Peeling Pack ini. Pijat lembut dengan gerakan memutar, konsentrasikan di area yang berminyak seperti daerah T. Lalu, diamkan 10-15 menit. Setelah itu, bilas dengan air bersih. Saat membilas, aku biasanya memijat lembut dengan gerakan memutar lagi.

Hasilnya? Hmm, sekali dua kali pakai, aku nggak notis ada perubahan berarti dengan kulitku, selain rasa-rasa bersih. Tapi dengan pemakaian teratur selama dua kali seminggu, lama-lama memang wajahku jadi terlihat lebih cerah. Kayak bersih banget, nggak ada sel kulit matinya hehehe. Jadi, aku sukaaaaa dengan produk ini. ^^

Apa kamu pernah mencobanya?

Kji & CO Lip Staysss Review

Kji & CO adalah brand asal Jepang yang terkenal dengan produk-produk bibirnya yang berwarna semi permanent. Dan, Lip Staysss ini pun menjanjikan hal yang sama. Sebenarnya, Lip Staysss adalah lip butter. Semacam lip balm, jadi jujur saja jika warnanya bisa semi permanent maka itu sesuatu yang unik.

Packaging

Jadi, seperti di foto, produknya itu terbungkus di dalam sebuah wadah yang terbuat dari karton tebal. Warnanya bernuansa pink dengan dasar hitam. Pokoknya stylish banget.

Isinya sendiri samgat lunak. Sampai-sampai, kalau diputar terlalu panjang, bisa-bisa dia patah. Aku sudah mematahkannya hahahaha. Tapi beneran, dipakai di bibir tuh enaaak banget. Sangat melembapkan dan lembut gitu.

Sayangnya, warna yang kupilih terlalu muda. Jadi saat di-swatch, terlalu sheer sampai nyaris nggak terlihat.

Karena alasan itu juga, aku nggak bisa membuktikan klaim bahwa warnanya semi permanen. Tapi, aku pernah pakai produk Kji & CO lain yang menjanjikan warna semi permanen, dan syaratnya itu harus dipakai terus selama 72 jam (kalau nggak salah inget). Menurutku itu bukan fitur yang penting, karena saat tidur aku ingin wajah dan bibirku terbebas dari make up. Jadi, aku tidak terlalu menggunakan fitur semi permanennya.

Overall, aku suka dengan tingkat kelembutan dan kelembapan yang ditawarkan Kji & CO Lip Staysss. Tapi tentu saja, dengan warna ini, aku tetap harus menggunakan lipstik kalau mau keluar hehehe.

Canmake Nose Shadow Powder Review

Ahhh it’s been a while. Hari ini aku mau mereview produk dari Canmake. Canmake itu adalah brand make up dari Jepang yang tergolong sangat ramah di dompet. Namun, meski harganya enak di dompet, kualitasnya sering mengejutkanku. Nah, bagaimana dengan Canmake Shadow Powder yang akan kureview kali ini?

Langsung aja, ini dia penampakan dari Canmake Shadow Powder:

Depan

Belakang

Isi

Jadi, Canmake Nose Shadow Powder ini kemasannya terbuat dari plastiki bening. Lalu, di dalamnya ada dua warna. Yang cokelat itu untuk shading bagian sisi-sisi hidung, sedang yang putih itu untuk highlight bagian tulang hidngnya. Nah, yang cokelat itu warnanya nggak shimmery, ya. Jadi memang kalau dipakai pas untuk kasih efek bayangan. Sedang yang putih itu shimmery.

Teksturnya bubuk dan mudah dibaurkan. Nggak perlu butuh waktu lama untuk blendingnya. Aku suka dengan warna cokelatnya. Nggak terlalu gelap dan cocok untuk kulit medium sampai terang, ya.

Hanya saja, bagian highlight-nya bagiku terlalu shimmery untuk tulang hidung. Jadi aku lebih suka pakai ini untuk ujung-ujung dalam mata, atau efek shimmer di eyeshadow.

Overall, untuk harga yang kita bayarkan, menurutku Canmake Nose Shadow Powder itu cukup worth it untuk dibeli. ^^

Menurutmu bagaimana? Apa kamu pernah mencoba pakai Canmake Nose Shadow Powder?

 

Enam Produk Kecantikan yang wajib Punya

Mau tampil cantik itu rasanya kok mahal banget, ya? Mesti beli foundation, primer, contouring stick, bronzer, highlighter, lalu, lalu—stop sampai di situ. Mau cantik sesungguhnya nggak perlu investasi terlalu komplit, kok. Soalnya, toh kita pakai dandanan komplit itu hanya kalau ada acara khusus, kan? Sedangkan untuk kita-kita yang mostly mainnya ke mall atau pantai, bersantai sambil nongki-nongki cantik, nggak wajib untuk punya satu koper penuh make up yang komplit. Triknya, cukup untuk punya beberapa produk wajib di bawah ini! ^^

  1. Eyeliner. Hanya dengan sapuan eye liner, matamu akan jadi lebih terbuka dan hidup. Tambah lagi, kalau kamu membeli eyeliner yang tidak glowing (matte), kamu bisa menggunakannya untuk merapikan alis. Pernah dengar, kan, kalau alis itu membingkai wajahmu? Dengan alis yang rapi, otomatis keseluruhan wajah juga terlihat lebih cantik.
  2. Lipstik. Ini wajib banget. dengan satu polesan lipstik, wajahmu bisa cerah seketika. Lagi malas dandan? Cukup poleskan lipstik and you’re ready to go!
  3. CC atau BB cream. Untuk sehari-hari, tidak perlu foundation dengan full coverage. Cukup oleskan CC atau BB cream, supaya warna kulit wajah jadi lebih merata dan terlihat segar.
  4. Blush on. Sebuah sapuan blush on bisa membuat wajahmu terlihat fresh. Tidak perlu tebal-tebal juga pasti terlihat efeknya.
  5. Tinted lip balm. Malas terlihat terlalu “usaha”? Pakai saja tinted lip balm dengan warna yang sheer. Bibirmu jadi terlihat canti natural.
  6. Maskara. Efek dari maskara akan membuat matamu terlihat lebih intens dan dramatik. Ingin terlihat lebih glamour? tinggal sapukan maskara, beres.

Nah, hanya dengan membeli enam produk di atas, kamu bisa tampil cantik sekaligus hemat, kan?

Aritaum Ginger Sugar Lip Scrub Review

Artikel ini diterjemahkan dari www.beautycarematters.com yang juga merupakan website saya. Aritaum Ginger Sugar Lip Scrub Review

Aku dapat lip scrub ini secara ratis dari Althea. Biasanya, aku scrub bibirku dengan sikat gigi. Atau, kalau lagi rajin, pakai gula pasir yang dicampur dengan madu dan lemon. Ini pertama kalinya aku pakai produk yang memang khusus dibuat untuk scrub bibir.

Packaging

Image and video hosting by TinyPic

Aritaum Ginger Sugar Lip Scrub

Image and video hosting by TinyPic

Aritaum Ginger Sugar Lip Scrub

Aritaum Ginger Sugar Lip Scrub kira-kira sama besarnya dengan lip balm standard. Wadahnya terbuat dari plastik, dengan nuansa warna tanah. Cocok dengan image ‘ginger’-nya. Di dalamnya ada 12 gram produk. Berhubung kita hanya perlu sedikit untuk scrub bibir, kupikir produk ini bisa cukup awet.

Consistency

Image and video hosting by TinyPic

Aritaum Ginger Sugar Lip Scrub

Image and video hosting by TinyPic

Aritaum Ginger Sugar Lip Scrub

Teksturnya seperti balsem. Seperti lip balm, tapi lebih lunak kalau ditekan dengan jari. Ada partikel-partikel kecil berwarna kecokelatan. Kalau dipakai, rasanya nggak sekasar pakai sikat gigi atau gula, tapi juga nggak halus banget. Jadi kerasa scrubbing-nya. Ada bau-bau ginger, tapi juga ada aroma manisnya.

Aku pakai ini dengan cara dipijat ke bibir selama beberapa menit sampai butiran gulanya meleleh, kemudian didiamkan selama beberapa menit lagi. Setelah itu, dibilas dengan air.

Biisa dibilang, produk ini cukup oke untuk menyingkirkan sel-sel kulit mati di bibir dan juga melembapkan. Tapi kalau bibirnya sangat kasar atau pecah-pecah, rasanya produk ini kurang ampuh. Overall, aku lumayan suka menggunakan produk ini.

Skin&Lab Dr. Color Effect Red Cream Review

Review ini pertama kali dipos di www.beautycarematters.com yang juga website milik saya. Skin&Lab Dr. Color Effect Red Cream Review

Aku sudah menggunakan Skin&Lab Red Serum selama 6 bulan dan kini aku sudah pada botol kedua. Aku cukup suka, jadi kupikir, kenapa nggak nyobain Red Cream-nya juga?Jangan-jangan bisa bikin kulitku kinclong karena logikanya, Red serum dan Red Cream sebaiknya dipakai barengan, kan?

Sedihnya, setelah mencoba beberapa minggu, aku harus mengubah pikiran itu. :'(

Anyway, hari ini aku akan me-review Skin&Lab Red cream. Let’s get started~

Packaging

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Krim ini dikemas dalam karton bernuansa merah putih yang simpel. Di dalamnya, ada spatula transparan yang terbuat dari plastik, serta wadah berisi Red Cream. Aku sukaaaa warna merahnya. Wadahnya sendiri terasa cukup kuat, tapi ringan (bukan terbuat dari kaca). Spatulanya sangat standard, tapi aku senang mereka memberi spatula. It’s more hygienic!

Consistency

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Pada pandangan pertama, ini mengingatkanku pada Laneige Firming Sleeping Mask. Tapi ternyata teksturnya nggak seperti jeli kayak Laneige. Cuma pada pandangan pertama terlihat seperti jeli, karena kekentalan krimnya. Yep, krimnya sangat kental. Aku pakainya harus tipis-tipis, dan walaupun aku pakainya pagi dan malam, menurutku krim ini lebih cocok untuk dipakai malam hari.

Baunya enak banget, tapi. Seolah-olah dikelilingi oleh jutaan damascan roses, hehe.

Ingredients

I found this ingredient list on Cosdna.

Claims

1. Anti Oksidan yang kuat
2. Mengencangkan
3. Mencerahkan
4. Menenangkan
5. Menyeimbangkan kadar minyak dan kelembapan

Review

Aku pakai krim ini waktu ke Jakarta bulan April lalu. Aku nggak mau terlalu banyak bawa produk skin care, jadi aku hanya bawa Red Cream, Red Serum, Innisfree Eco Science Eye Cream, dan Skinfood Aloe Watery Sun. Ternyata itu kesalahan, karena Red Serum, kan, sudah lumayan berminyak. Ditambah krim kental, ya aku jadi kilang minyak. Selain itu, biasanya aku pakai Kanebo Impress IC untuk sunscreen, yang teksturnya nggak oily sama sekali (bahkan cenderung kering kalau tidak pakai moisturizer dulu) dibandingkan Skinfood Aloe Watery Sun (walaupun Skinfood nggak terlalu oily juga). Jadi mungkin itu adalah kombinasi ketiganya, dan efek moisturizing dari BB creamku (yang memang konon dikenal bagus untuk kulit normal to dry). Nah, BB creamku jadi menggelap setelah dipakai seharian. Karena minyak memang salah satu faktor yang mempengaruhi menggelapnya BB cream atau foundation.

Bagai dedek gemesh yang nggak siap ninggalin mantan, aku juga nggak siap berhenti pakai Red Cream. Jadi aku teruskan pakainya, barengan dengan Red Serum. Aku pakainya bergantian dengan produk lain yang memang sudah kupakai sejak dulu. Kalau aku pakai Red Serum + Cream malamnya, aku pakai Missha First Treatment Essence dan Missha Time Revolution Activator Night Borabit Ampoule paginya, dan begitu sebaliknya.

Sudah beberapa lama ini, aku punya pori-pori yang tersumbat di pipi kanan. Setelah pakai krim ini beberapa minggu, ada jerawat di pipi kanan dan dagu yang muncul beberapa kali. Datang dan pergi gitu. Akhinya, walau aku nggak yakin ini disebabkan Red Cream, aku menyimpulkan bahwa krimnya terlalu kental untuk jenis kulitku. Mungkin karena terlalu kental itu, jadi menyebabkan pori-pori tersumbat.

Selama pakai, aku nggak merasa ada efek mencerahkan atau mengencangkan. Tapi, to be fair, aku hanya menggunakannya untuk beberapa minggu saja. Ditambah, kulitku pada dasarnya sudah cukup pucat, dan belum begitu membutuhkan produk yang mengencangkan. Aku menggunakan produk anti aging hanya untuk pencegahan, karena lebih baik mencegah dari mengobati, kan. 😉

Kalau kamu punya jenis kulit yang sangat kering, atau kalau kamu tidak menggunakan serum atau apa pun yang berminyak, mungkin kamu bisa mendapatkan kegunaan dari Red Cream ini. Kalau aku, aku memilih untuk menggunakan moisturizer ringan, di atas Red Serum.

Jadi, bagaimana pengalamanmu menggunakan Red Cream? Apa cocok untukmu? ^^

Cara Menyembuhkan Tumit yang Pecah-Pecah dan Kapalan

Diambil dari website saya sendiri, www.beautycarematters.com: How to Heal Cracked or Calloused Heels

Halo, hari ini aku ingin berbagi tips untuk menyembuhkan tumit yang pecah-pecah atau kapalan.

How to get smooth feet.

Tumit yang pecah-pecah atau kapalan itu masalah besar untuk musim panas. Atau, untuk kita-kita yang tinggal di negara tropis begini, masalah sepanjang tahun. Karena kita umumnya doyan pakai sandal terus, kan, hayo ngaku. Hehehe. Jadi ini dia yang biasa kulakukan untuk menjaga kehalusan sang tumit:

Yang kamu butuhkan: air hangat, extra virgin olive oil (yang untuk masak, karena lebih pure gitu). Atau boleh diganti extra moisturizing liquid soaps seperti Dove, garam mandi (yang aroma terapi bisa bantu relaksasi), a foot file or a pumice stone, extra moisturizing body butter/foot cream (misalnya L’occitane Pure Shea Butter), handuk, kaos kaki.

1. Siapkan air hangat. Tuangkan extra virgin oil (atau liquid soap) dan garam mandi.

2. Rendam kakimu. Ini untuk melembutkan tumitmu. Setiap beberapa saat, gosokkan garam mandi ke kakimu untuk membantu meluruhkan kulit mati, lalu rendam kembali. Lakukan selama 10-15 menit.

3. Tepuk-tepuk sebelah kaki, lalu ambil pumice stone/foot file (kamu bisa rendam dulu pumice stone supaya lebih lembut). Gosokkan dengan lembut. Jangan terlalu keras, dan jangan menggosok dua arah. Gosokkan dari bagian yang paling tebal ke bagian yang lebih halus. Ulangi proses tersebut dengan sabar. Kemudian lakukan pada kaki yang satunya lagi.

4. Ingat, kita nggak bisa menyembuhkan tumit kapalan dan pecah-pecah dalam sehari dengan cara tradisional ini. Kamu harus melakukannya dengan rutin, minimal seminggu sekali. Atau, kalau tumitmu sangat kapalan, dua minggu sekali. Setelah menggunakan foot file/pumice stone, keringkan kakimu dengan handuk, lalu balurkan foot cream/body butter. Aku merekomendasikan Pure Shea Butter from L’Occitane atau exra virgin olive oil untuk hasil yang lebih cepat, tapi body butter biasa juga bisa. Jangan lupa untuk pakai kaos kaki setelahnya.

5. Setelah mandi dan sebelum tidur, selalu oleskan foot cream/body butter ke kakimu, lalu dilapisi dengan kaos kaki. Lakukan ini setiap hari, tanpa terkecuali. Dan juga, aku rekomendasikan untuk selalu mengenakan sepatu. Karena telanjang kaki bisa membuat kapalan baru untuk muncul! ^^

Jadi, bagaimana denganmu? Bagaimana caramu menjaga agar tumitmu tetap lembut? 🙂